Weleh..weleh.. tumben-tumben blogging, tulisannya langsung ke politik neh..
Yah tidak ada salahnya sedikit berbicara politik dan memberikan sedikit pendapat karena gong demokrasi akan menggebyar beberapa jam lagi..
So, sudahkan temen-temen mempunyai pilihan? Atau justru golput?
Isu golput sudah santer terdengar di kalangan publik. Animo ini seolah-olah menunjukkan bahwa rakyat sudah bisa meramalkan bahwa akan banyak suara yang golput, dan para caleg pun semakin parno yang kemudian mendengung-dengungkan kepada rakyat agar tidak golput dan mencontreng namanya, baik itu melalui media blog, website pribadi atau facebook.
Sebenarnya ada apa dengan rakyat kita? Ini bukan yang pertama kali oming
mendengar dari orang-orang sekitar, bahwa mereka bingung dan sudah tidak ada ide lagi untuk memilih siapa. Mungkin benar juga iklan salah satu merek rokok terkenal yang mengatakan bahwa, “semakin banyak pilihan semakin bingung”. Padahal kalo diteliti lagi, tidak sedikit para kader-kader partai politik yang mempunyai cara unik untuk pendekatan ke pendukung-pendukungnya, entah itu mengadakan pasar sembako murah, pembagian sembako, dan mendadak rajin ke panti asuhan atau berdana punia. Lalu kenapa dengan pendekatan yang menggiurkan seperi ini rakyat masih bingung?
Menurut oming pribadi sih, rakyat sekarang sudah lebih pintar, kritis dan melek politik. Mereka tahu bahwa “kebaikan” hati politisi kita hanya bersifat temporer, yang mungkin akan menjadi sekedar janji yang hanya bisa dikenang saat mereka sudah berhasil menduduki jabatan, selebihnya tetap sama dan kembali seperti semula.
Dan satu lagi yang bikin ming ilfeel ma para caleg dan calon pemimpin kita, kenapa semua pemimpin seolah berlomba-lomba menjanjikan kesejahteraan bagi rakyat? Saling mengklaim bahwa mereka bisa membuat harga sembako murah, pemerintah bebas korupsi, bebas kenaikan harga BBM (jika harga minyak dunia naik hingga 100% apa mereka masih bisa mengatakan bebas kenaikan BBM?, C’mon! be realistic aja!), de el el..
Kenapa dari sekian pemimpin kita tidak ada yang memasukkan isu lingkungan sebagai agenda politiknya? Misal: upaya meminimalisasi global warming, membuat terobosan energi yang sustainable, dan masih banyak lagi isu lingkungan yang bisa diangkat. Alam kita selama ini sudah kita eksploitasi, kita injak-injak, kita pasangi baliho segede gambreng, lalu apa penghargaan kita terhadap alam? Apa mereka lupa, kita masih bergantung kepada alam, walaupun kita telah berevolusi menjadi manusia yang berbudaya dan teknologi tinggi tapi yang masih kita injak itu bumi bukan pesawat.
Dan akibat keserakahan manusia mempermainkan uang rakyat, tragedi situ gintung merupakan pelajaran yang mahal bagi pemerintah saat ini, bahwa semua yang mereka lakukan di luar batas kewajaran yang dapat diterima oleh alam. Dan setelah kejadian itu, aksi tuding-menuding dan melempar kesalahan pun terjadi, yang tanpa mereka sadari bahwa perbuatan childish mereka hanya akan membuat coretan-coretan di wajah mereka sangat mudah dilihat oleh rakyat.
Well, apapun itu, tulisan diatas hanya bersifat opini dari seorang iik j-lo. Bagi mereka yang terinspirasi ya syukur, mau dipake.. monggo, kalo mau disumpah serapah juga gapapa. Kita bukan hidup di hutan, yang kuat yang menang, kita hidup di negara Demokrasi yang menghargai kebebasan pendapat. Oming berharap, siapapun pemimpin kita nanti, janji yang mereka berikan kepada rakyat harus dibawa sampai masa pengabdiannya, kalo perlu pake seragam yang diisi tulisan janji-janji mereka terhadap rakyat, jadi bisa diinget terus, hehehehe…
Saya memilih untuk mencontreng salah satu saja. Gak ikutan GoLPut. soale, khawatir kalo ikutan GoLput, yang kepilih nanti malahan orang yang gak bener… malah nyesel jadinya.
Minimal milih satu yang dianggap mendekati bener. :p
Sentujuuuu bli Pandeee…. jangan sia-siakan suara kita yang cuman satu… hiihihihi
bener nih kalo di sumpah serapah gapapa…?
klo gtu aq sumpah serapah ya…
sumpah!
sumpah!
sumpah!
serapah!!
hehehe…
siang-siang jajan es putar
dijajanin ama dado
rakyat sekarang lebih pintar
rakyat yang dulu lebih bodo
hehehe…
buat rakyat yang dulu…
pisss…
isu lingkungan ndak gitu laku dijual mbak, buat beli beras masih bingung kok mikir lingkungan
@bli pande: Bukannya pns harus pilih yang kuning ya?? hehheehhe.. masih gak ya jamannya kayak gitu?
@madhysta: iya.. iya..
@etikush: hahahah… pantunnya etikush emang kagak ada matinye..
@mas stein: hehehe… iya juga sih, tapi emang beras datangnya dari mana? masak dari mobil mewah? dari bumi juga kan? hehehe…
gimana menghadapi pemilu presiden nih….? golput jangan tapi bingung juga siapa yang harus dipilih. kayanya semua kandidat ngomongin ekonomi saja, pendidikan terabaikan. padahal pondasi kemajuan bangsa ini teragantung kepada kualitas pendidikannya.