Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Fakta & Opini’ Category

Bukti contreng

Pesta Demokrasi yang berlangsung hari ini cukup meriah dan ramai. Ratusan penduduk datang ke TPS masing-masing walaupun banyak dari mereka (terutama para manula) yang mengeluh karena tidak mengerti apa yang harus dilakukan di bilik suara karena melihat begitu banyak lembar yang harus mereka contreng, begitu banyak gambar yang mereka lihat dan begitu susahnya melipat kembali surat suara.

Oming geli sendiri melihat keadaan mereka, yang terkadang dengan lugunya menanyakan pada panitia di urutan mana sanak saudaranya yang jadi caleg saat pemungutan suara berlangsung. 😀

Ternyata kesusahan ini tidak cuma dialami oleh ortu, atau kakek nenek kita tapi temen-temen yang sebaya kita pun ada yang menyeletuk, “nah, contreng gen ane titelne liu” (contreng aja nama yang bertitel banyak) atau “contreng gen ne demen ati, nyak nyen nyak sing ditu” (contreng aja sekenanya, entah siapa tu orang,cuek aja)

Hahahaha… bayangkan jika hampir sebagaian penduduk Indonesia seperti itu, hampir bisa dipastikan caleg yang terpilih adalah caleg aji mumpung (berdasarkan keberuntungan semata) bukan karena mereka pintar atau mengayomi rakyat.

So, what about me.. niat hati pengen golput, tapi setelah bertapa semalaman (ceileh..) akhirnya oming memutuskan untuk menggunakan hak suara ming dengan baik. Oming mencontreng nomor partai baru yang menurut ming cukup membawa angin segar di dunia perpolitikan di Indonesia saat ini, yang ming nilai visi misinya cukup bagus (walaupun masih ada yang kurang seperti yang ming sebut di tulisan sebelumnya).

Dan caleg-caleg dari partai tersebut ming pilih caleg perempuan (walaupun gak kenal juga,hahahaha… sama aja ma para manula itu). Ming milih perempuan bukan semata-mata karena pertimbangan bahwa oming perempuan tapi karena mengingat penelitian manapun telah membuktikan bahwa perempuan itu lebih sensitif dan mengerjakan sesuatu dengan rapi (asal jangan rapi dalam urusan korupsi aja,hahahaha…). Jadi harapan ming pun mereka bisa lebih sensitif mendengar suara rakyat dan mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.

Yah, namanya pendapat… boleh beda dunkz… Yang penting kan gak golput,bro.. So,what about you, bloggers? Ada cerita menarik seputar Pemilu hari ini? Mari berbagi..

 

Advertisements

Read Full Post »

confused Weleh..weleh.. tumben-tumben blogging, tulisannya langsung ke politik neh..

Yah tidak ada salahnya sedikit berbicara politik dan memberikan sedikit pendapat karena gong demokrasi akan menggebyar beberapa jam lagi..

So, sudahkan temen-temen mempunyai pilihan? Atau justru golput?

Isu golput sudah santer terdengar di kalangan publik. Animo ini seolah-olah menunjukkan bahwa rakyat sudah bisa meramalkan bahwa akan banyak suara yang golput, dan para caleg pun semakin parno yang kemudian mendengung-dengungkan kepada rakyat agar tidak golput dan mencontreng namanya, baik itu melalui media blog, website pribadi atau facebook.

Sebenarnya ada apa dengan rakyat kita? Ini bukan yang pertama kali oming confused1mendengar dari orang-orang sekitar, bahwa mereka bingung dan sudah tidak ada ide lagi untuk memilih siapa. Mungkin benar juga iklan salah satu merek rokok terkenal yang mengatakan bahwa, “semakin banyak pilihan semakin bingung”. Padahal kalo diteliti lagi, tidak sedikit para kader-kader partai politik yang mempunyai cara unik untuk pendekatan ke pendukung-pendukungnya, entah itu mengadakan pasar sembako murah, pembagian sembako, dan mendadak rajin ke panti asuhan atau berdana punia. Lalu kenapa dengan pendekatan yang menggiurkan seperi ini rakyat masih bingung?

Menurut oming pribadi sih, rakyat sekarang sudah lebih pintar, kritis dan melek politik. Mereka tahu bahwa “kebaikan” hati politisi kita hanya bersifat temporer, yang mungkin akan menjadi sekedar janji yang hanya bisa dikenang saat mereka sudah berhasil menduduki jabatan, selebihnya tetap sama dan kembali seperti semula.

Dan satu lagi yang bikin ming ilfeel ma para caleg dan calon pemimpin kita, kenapa semua pemimpin seolah berlomba-lomba menjanjikan kesejahteraan bagi rakyat? Saling mengklaim bahwa mereka bisa membuat harga sembako murah, pemerintah bebas korupsi, bebas kenaikan harga BBM (jika harga minyak dunia naik hingga 100% apa mereka masih bisa mengatakan bebas kenaikan BBM?, C’mon! be realistic aja!), de el el..

Kenapa dari sekian pemimpin kita tidak ada yang memasukkan isu lingkungan sebagai agenda politiknya? Misal: upaya meminimalisasi global warming, membuat terobosan energi yang sustainable, dan masih banyak lagi isu lingkungan yang bisa diangkat. Alam kita selama ini sudah kita eksploitasi, kita injak-injak, kita pasangi baliho segede gambreng, lalu apa penghargaan kita terhadap alam? Apa mereka lupa, kita masih bergantung kepada alam, walaupun kita telah berevolusi menjadi manusia yang berbudaya dan teknologi tinggi tapi yang masih kita injak itu bumi bukan pesawat.

Dan akibat keserakahan manusia mempermainkan uang rakyat, tragedi situ gintung merupakan pelajaran yang mahal bagi pemerintah saat ini, bahwa semua yang mereka lakukan di luar batas kewajaran yang dapat diterima oleh alam. Dan setelah kejadian itu, aksi tuding-menuding dan melempar kesalahan pun terjadi, yang tanpa mereka sadari bahwa perbuatan childish mereka hanya akan membuat coretan-coretan di wajah mereka sangat mudah dilihat oleh rakyat.

Well, apapun itu, tulisan diatas hanya bersifat opini dari seorang iik j-lo. Bagi mereka yang terinspirasi ya syukur, mau dipake.. monggo, kalo mau disumpah serapah juga gapapa. Kita bukan hidup di hutan, yang kuat yang menang, kita hidup di negara Demokrasi yang menghargai kebebasan pendapat. Oming berharap, siapapun pemimpin kita nanti, janji yang mereka berikan kepada rakyat harus dibawa sampai masa pengabdiannya, kalo perlu pake seragam yang diisi tulisan janji-janji mereka terhadap rakyat, jadi bisa diinget terus, hehehehe…

Read Full Post »

Hari jumat kemaren,saat oming jenguk kakak ipar yang lagi dirawat di RS Umum milik Pemerintah di bilangan Jl.Kartini, ada sesuatu yang membuat ming terenyuh dan ingin membaginya di blog ni. Di tembok depan ruang Rontgen, ada papan segitiga kebalik yang bertuliskan Alat Pemadam Kebakaran.

Dari segitiga-nya sih keliatan banget bahwa tulisan merujuk ke sesuatu benda yang seharusnya ada di bawah papan segitiga itu. Tapi ternyata… Kosong (nak Bali bilang “Puyung”,hehehehe…)

Pemadam aneh Sungguh ironis sekali melihat keadaan seperti ini. Rumah sakit milik pemerintah yang notabene dianggap sebagai bentuk layanan Negara terhadap masyarakat memiliki Fasilitas Kesehatan seperti ini, yang minim perangkat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Gak kebayang deh, kalo kebakaran beneran terjadi, entah mo diapain apinya. emang mo ditiup?!? Sampe perutnya kembung juga gak bakal mati apinya kalo ditiup,hehehehe…

Dan ini bukan satu-satunya papan “puyung” ni ada disana. Di setiap pojokan yang menempel papan ini mempunyai keadaan serupa.

Harga sih emang boleh murah, tapi nyawa seseorang rasanya sulit diukur dengan harga semurah itu. Udah sakit, pas kebakaran harus tambah sakit… Ck..ck… Hey, Mr.government, what will U do?

Read Full Post »