Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Money’ Category

star_mirror shower umbrella 1280x1024Lirik lagu ini kembali terdengar di Radio favoritku yang ampe sekarang oming gak tau siapa penyanyinya, hehehe… Lagu yang tren sekitar tahun 99-an ni mengilhami oming untuk menulis tulisan tentang uang dan investasi ini. Seperti lirik diatas, uang tuh diandaikan dengan Bintang, kita tangkap, kita simpan dan kita gunakan pada saat-saat yang diperlukan.

 

Begitu banyaknya jenis investasi yang muncul akhir-akhir ini, seperti saham, trading index, trading valas, reksadana, obligasi, dll membuat kita konsumen yang belum melek investasi menjadi bingung dan tidak jarang kita menjadi parno terhadap investasi-investasi yang high risk.

Namun seiring dengan zaman dan semakin pintar serta kritisnya konsumen, masyarakat luas diberi kesempatan untuk berinvestasi yang dulu cuma dimonopoli oleh orang-orang ekspatriat. Lalu apa yang membuat orang-orang takut berinvestasi? Ini karena mereka tidak dibekali pengetahuan akan untung-rugi investasi yang mereka pilih.

Lalu ada beberapa orang bilang, bukannya sudah ada broker, kita gak harus mikir kan? Memang, tapi broker pun akan meminta keputusan kita sebagai nasabah saat akan mengambil posisi atau saat settle (memutuskan untuk membeli atau menjual). Kalo otak kita nol, sama sekali tidak ada pengetahuan tentang itu, oming yakin keputusan yang dibuat hanya berdasarkan emosi kita saat itu dan itu gak bedanya dengan judi.

 

MoneyBag Okelah kita memang perlu investasi, tapi kemana? Di bank? wah bunga deposito berapa ya sekarang? 7,5% ya? Dikit banget kan? belum lagi harus kena pinalti kalo ambil uang sebelum jatuh tempo, wah ribet banget.. Hari gene… deposito? Plis deh… So, oming coba kasik pertimbangan investasi-investasi yang menarik (yang high return of course), yang ming ambil dari Buku “Ke Mana Investasi” karangan Adler Haymans Manurung, Terbitan Kompas, 2008:

1. Obligasi.

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan sebuah badan hukum dengan jangka waktu minimum 5 tahun. Obligasi itu bisa Obligasi Perusahaan atau Obligasi Pemerintah. Obligasi Perusahaan dikelompokkan lagi ke Obligasi Swasta dan Obligasi BUMN. Obligasi Pemerintah pun ada Obligasi Pemerintah Daerah dan Pusat. Biasanya Obligasi Pemerintah mempunyai resiko lebih rendah dari Obligasi Swasta. Dari kuponnya, Obligasi pun dibagi menjadi Obligasi berkupon tetap dan berkupon mengambang. Kupon mengambang, bila tingkat bunga naik besok, investor bisa menerima kerugian dan sebaliknya bila tingkat bunga turun. Biasanya investor yang berinvestasi obligasi yaitu investor lembaga seperti dana pensiun, asuransi, bank,dll yang nilai minimumnya besar banget yaitu mencapai 1milyar rupiah. Tapi investor yang cuma punya dana 10 juta rupiah juga bisa beli obligasi dari perusahaan sekuritas. namun yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi obligasi ni antara lain: peringkat dari obligasi tersebut. Peringkat obligasi bisa dari  yang paling rendah sampai yang paling tinggi AA. Obligasi yang mempunyai peringkat paling sedikit B merupakan investasi yang baik dan semakin baik bila diantara B dan AA. Perusahaan yang memberikan peringkat ini (Perfindo atau Kasnic Indonesia) melakukan peringkat ini berdasarkan kelayakan investasi tersebut sehingga resiko yang ditanggung investor lebih kecil. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah perusahaan yang mengeluarkan obilgasi tersebit dengan memperhatikan track record-nya.

Saat sekarang ini berinvestasi pada obligasi lebih menarik dari segi perpajakan karena hanya dikenai 15%. Padahal bila melakukan investasi pada deposito akan dikenakan pajak 20% bila investasi melebihi 7,5 juta rupiah. oleh karena itu, obligasi perlu dicoba karena memberikan keuntungan yang lebih besar bagi investor dengan tingkat bunga yang selalu lebih tinggi dari deposito.

 

2. Reksa Dana

Bag_With_Money_Dollars_1800487 Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh manajer investasi. Aktivitas reksadana diawasi oleh Bapepam (Badan Pengelola Pasar Modal) dan lembaga yang mengelola reksadana atau yang dikenal dengan manajer investasi harus mendapat lisensi dari Bapepam. Reksadana merupakan investasi jangka menengah dan jangka panjang bukan jangka pendek seperti deposito.

Ada 2 jenis reksadana yaitu: reksadana terbuka dan tertutup. Reksadan tertutup adalah reksadana yang transaksi perdagangan unit penyertaannya dilakukan di Bursa Saham karena pemegang Unit Penyertaan memiliki saham atau pemegang unit menjual ke bursa. Reksadana terbuka yaitu reksadana dimana pemegang unit langsung menjual unitnya kepada majaner investasi.

Reksadana juga bisa diklasifikasikan menurut jenis investasinya, yaitu: Reksadana Pasar Uang (dananya diinvestasikan pada instrumen pasar uang), Reksadana obligasi (dana diinvestasikan pada obligasi dan sekitar 5-10% diinvestasikan di pasar uang untuk menjaga penarikan dari investor), Reksdana Saham (Reksadana yang hampir seluruhnya diinvestasikan pada saham dan sekitar 5-10% juga diinvestasikan pada kas atau pasar uang), terakhir Reksadana Campuran (Dana diinvestasikan di obligasi, saham, pasar uang dan sejumlah kas).

Bila jenis reksadana tersebut diklasifikasikan berdasarkan tingkat resikonya, maka resiko yang paling rendah dan tentu saja return yang paling rendah adalah Reksadana Pasar Uang (RDPU). Kemudian, resiko lebih tinggi dan return yang lebih tinggi adalah Reksadana Obligasi. Dan reksadana Campuran mempunyai resiko yang paling tinggi dan return yang tinggi pula.

Bapepam baru-baru ini juga mengeluarkan Reksadana Terproteksi, yaitu reksdana yang nilai pokok investasinya terproteksi bila dicairkan pada akhir periode perjanjian karena nilai pokok investasi tidak mengalami penurunan. Periode perjanjian reksadana ini umumnya 3-5 tahun.

Ada 7 hal penting yang diperhatikan sebelum memutuskan investasi pada reksadana, yaitu: 1) Menentukan tujuan investasi (Apa jangka menengah atau jangka panjang) kemudian Menentukan resiko yang dapat ditolerir, sekaligus return yang diharapkan. 2) Membandingkan sekelompok Reksa Dana sejenis yang akan diinvestasikan dan mendiversifikasikan dana tersebut agar jangan hanya berinvestasi pada 1 jenis reksa dana saja. 3) Mengenali pengelola Reksa Dana dengan membaca prospektus reksa dana tersebut. 4) Mengetahui bonafiditas sponsor reksa dana. 5) Pengalaman manajer investasi dalam mengelola dana atau dengan mengenal track record-nya. 6) Kemudahan melakukan transaksi untuk membeli dan me-redeem reksa dana tersebut serta jasa pelayanan yang diberikan manajer investasi. 7) Jumlah investor perseorangan dari reksadana yang bersangkutan karena menyangkut stabilitas reksadana serta mencegah penurunan nilai aktiva yang tajam

 

3. Saham

Saham merupakan sebuah sertifikat kepemilikan atas perusahaan, dimana kepemilikan ini periodenya tergantung pemegang saham tersebut, bisa jangka pendek atau jangka panjang, tapi umumnya untuk jangka panjang. Saham yang diperdagangkan di BEJ atau BES adalah saham yang telah menjalani sebuah proses penawaran ke publik dengan beberapa pihak ikut berpartisipasi untuk terjadinya penawaran saham tersebut ke publik.

Untuk membeli dan menjual saham, investor harus menghubungi perusahaan sekuritas (perusahaan khusus perantara perdagangan efek, karena mereka memiliki hak untuk membeli/menjual saham di BEJ dan BES. Untuk menggunakan jasa dari perusahaan sekuritas tersebut, investor harus membayar biaya yang dikenal dengan broker fee yang besarnya bervariasi antara 0,2-0,5% dari nilai transaksi.

Investor yang ingin bertransaksi di BEJ atau BES harus telah terdaftar di broker atau sebagai klien dari salah satu broker di bursa. Untuk menjadi klien broker, investor harus mendepositokan dananya di broker minimum 10 juta rupiah ditambah wawancara atas diri investor. Bila transaksi semakin besar, maka deposit di broker juga semakin besar (nggak ada istilah KKN dengan alasan kenal broker jadi gak perlu nambah deposit).

 

4. Transaksi Berjangka

Transaksi berjangka yaitu transaksi antara 2 pihak yang prosesnya dilakukan oleh bursa (termasuk lembaga penjamin seperti PT.Kliring Penjamin Efek Indonesia) dalam rangka membeli/menjual suatu produk investasi yang diperdagangkan di BES untuk indeks saham dan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk komoditi seperti emas, kopi, CPO,dsb.

Dalam transaksi berjangka ini, investor akan kangsung menerima kerugian/keuntungan akibat transaksi yang dilakukan.

Perusahaan yang mempunyai usaha transaksi berjangka harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepti) di bawah naungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Jadi, bial perusahaan tersebut mentransaksikan transaksi berjangka Indeks, maka perusahaan tersebut menyatakan bahwa indeks tersebut dianggap sebagai komoditas, tapi bila tidak maka izin usahanya harus diperoleh dari Bapepam. Produk-produk yang ditawarkan antara lain indeks LQ 45, Hanseng atau indeks Nikkei.

Transaksi ini mempunyai resiko yang tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi yang lain. Investasi ini sangat aman bila investor melakukan dengan lembaga yang mempunyai wewenang atau hak atau izin mentransaksikan perdagangan berjangka tersebut.

 

5. Transaksi Future Indeks Saham

Kontrak Futur indeks saham mulai diperdagangkan di AS pada 24 Februari 1982 ketika Direktur Perdagangan Kota Kansas memperkenalkan Futur pada Value Line Indeks. 2 bulan kemudian muncul S&P 500, Pada Mei 1982 kontrak indeks gabungan New York Stock Exchange futur mulai diperdagangkan dan Juli 1984 The Chicago Board of Trade mulai memperdangangkan Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebagai kontrak Major Market Index Futures. Di Indonesia sendiri, kita mengenal produk LQ-45 Futures yang diperdagangkan di BES yang terdiri dari 45 saham-saham di Indonesia yang likuid.

Untuk indeks LQ-45, kenaikan atau penurunan indeks ini merupakan patokan dari transaksi ini, dimana kenaikan 1 poin dari indeks ini dihargai sebesar Rp 100.000,-. Dalam melakukan transaksi ini investor harus menyetor dana awal sebesar Rp 1.000.000,-. Setiap kontrak KBIE LQ-45 dikenakan biaya transaksi yang dikenal dengan fe komisi yang besarnya Rp 10.000,- ditambah Ppn. Disamping itu, investor juga dikenakan biaya jaminan sebesar 0,01% dari nilai transaksi. Selanjutnya dalam melakukan transaksi ini investor harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan LQ-45 antara lain: 1) Saham dalam LQ-45 adalah saham-saham yang likuid yang berubah sekali enam bulan. 2) Investor harus memperhatikan kenaikan dan penurunan indeks bursa regional seperti Hong Kong, Singapura, Tokyo dan Indeks Dow Jones, karena ada keterkaitan antara bursa tersebut dengan bursa kita walaupun tidak selalu merupakan yang pasti. 3) kebijakan pemerintah dalam jangka pendek untuk beberapa sektor yang berkaitan dengan saham-saham dalam indeks LQ-45. 4)Posisi dari discretionary fund atas saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ-45.

Namun investor-investor yang sudah berpengalaman dan umumnya sudah sangat melek dengan jenis instrumen ini biasanya sangat jarang bertransaksi indeks LQ-45 karena pergerakan indeks ini sangat tipis, antara 2-15 poin sehingga pendapatan yang didapatkan dari pergerakan poin tersebut sangat sedikit. Berbeda halnya dengan indeks regional seperti Hanseng (Hong Kong), Nikkei (Tokyo) dan Dow Jones yang pergerakan indeksnya bisa mencapai 200 poin, sehingga keuntungan atau kerugian yang dialamai investor dapat 71014_MoneyHappiness_vl-verticalmencapai 2000 Dollar AS. Jadi bertransaksi di indeks regional ini high return dan sebagai konsekuensinya juga high risk. Indeks Nikkei atau Hangseng ini akan selalu menawarkan nilai transaksi Dollar AS dan minimum dana yang dimiliki sebesar 10.000 Dollar AS dan ukuran per Lot-nya adalah 1.000 Dollar AS, artinya investor dapat mempunyai transaksi sekitar 10 lot. Jadi jika kita bertransaksi 2 lot dan pergerakan mencapai 200 poin (saat kita settle menjual atau membeli), maka keuntungan yang kita terima sekitar 4.000 Dollar AS, itu masih harus dikurangi Commision Fee yang besarnya bervariasi antara perusahaan pialang satu dengan yang lainnya, namun jika kita lengah dalam dalam mengambil posisi awal, maka kerugian yang kita terima juga sebesar itu. Satu hal lagi yang harus dipahami, pergerakan indeks ini mempunyai hitungan per detik karena harga saham dapat berubah setiap saat sesuai dengan permintaan dan penawaran serta informasi yang diperoleh investor sehingga dana yang dimiliki juga bisa bertambah atau berkurang setiap saat dalam hitungan detik.

 

money-saving-tipsBagaimana? Masih bingung mau memilih instrumen investasi yang mana?  Apapun instrumen investasinya, pastikan bahwa kita mempunyai tujuan yang jelas untuk apa kita berinvestasi (apa jangka panjang, menengah atau panjang), sesuaikan dengan dana dan kemampuan yang kita miliki serta kondisikan juga resiko yang bisa kita tolerir. Terakhir, bekali diri dengan pengetahuan investasi yang mendasar. Tidak harus menjadi sarjana ekonomi untuk mempelajari hal ini, sudah banyak sekali buku-buku, jurnal, dan artikel yang membahas hal ini, jadi tidak perlu parno lagi. Dan jika memang diperlukan, broker yang baik akan mendisiplinkan nasabahnya dengan memberikan pengetahuan mendasar tentang investasi yang ingin kita lakukan agar kelak kita tidak perlu tergantung lagi dengan broker. So, sedia payung sebelum huja, Be Wise with your money…

 

 

NB: Oming nulis ini karena akhir-akhir ini banyak sekali berdatangan tawaran-tawaran investasi nomor 5 diatas, entah dapat data darimana, dikiranya ming orang kaya banget apa? Hehehe… 😀

Tapi dipikir-pkir deposit minimum 10.000 Dollar AS, rasanya harus mikir 10.000 kali juga buat ikutan. Hehehe… :mrgreen:

Read Full Post »